Keabadian Luka


Kekacauan macam apa ini 
Merajut air mata tanpa henti
Hanya ingin mati
Atau pulang kembali
Ke masa anak-anak lagi

Dimana hanya ada aku dan mainan
Hanya ada aku dan mobil2an
Hanya ada aku kepolosan

Puisi ini tentang putus asa
Ingin di mengerti , tapi tak juga bisa
Hingga pengorbanan sia2 bagai suara anjing
Pusing, bagai kepala tanpa nadi
Semua bagai terhenti

Hanya tertuju pisau, hanya tertuju pada jarum
Ingin kugores tanganku hingga merah
Ingin kujahit jantungku agar berhenti berdetak
Aku bagai tak punya tuhan lagi

Tiada pilihan selain menangis di balik sepi
Kamu siapa kamu
Kamu bukan bidadari
Kamu bukan seorang istri

Siapa kamu, kamu hanya keegoisan
Yang menjelma menjadi racun cinta
Kutunggu matiku malam ini
Kutunggu akhir nafasku malam ini
Kan kutemui Tuhan,
Semoga Tuhan memaafkan

By : tjapkijang
Previous
Next Post »