Kehidupan, dengarkan aku!
Jika kau pria bisakah kau menangis?
Kebodohan dan air mata
Trik tidak berguna untuk melangkah
Siapakah yang peduli
Dunia yang bulat ini benar-benar nyaman untuk diinjak
Tidak bisa berjalan menelusuri dunia
Bagaimana dengan mereka?
Iri hati?
Itu hanya sikap bodoh yang sebodoh-bodohnya
Dengarkan langit bicara
Untuk apa? Mereka bahkan tidak punya telinga
Memakan cabai yang berjatuhan
Itu makanan kehidupan
Benar pedas dan menyegarkan
Tidak ada air yang wajar untuk dinikmati
Dunia ada bukan untuk dinikmati
Hanya menjadi suatu tameng kegelapan
Apa yang aku katakan?
Selalu saja membuat hati berubah
Tidak lebih baik
Tidak lebih baik
Justu lebih buruk
Pati lebih buruk
Kembali di tengah pemasaran yang didepak dari kenyataan
Awan mengejek
Planet meludah
Aku terbuang dan aku akan senang
Menyelidiki kehancuranku sendiri
Itu harta yang berbeda
Rumput bahkan tidak sudi disentuh
Hanya memiliki satu rupiah
Satu dolar?
Satu ringgit?
Satu euro?
Manusia sepertiku tidak memiliki satuan seperti itu
Satu keajaiban
Kejaiban?
Aku tertawa terpingkal mendengarnya
Bersorak bergembira bagai anak kecil yang memakan balon
Saat terbang aku jatuh
Aku kembali tertawa
Merobek senja yang setengah cerah
By : Achmad Aditya Avery (Dityavery)
Sign up here with your email
ConversionConversion EmoticonEmoticon